Bismillahirrahmanirrahiim
Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah
al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta. Kelahiran
baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan
terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama
dalam sejarah Islam. Baginda mempunyai
kelebihan luar biasa, bukan saja dilihat dalam konteks sebelum
kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan.
Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas. Irhas bermaksud satu
kejadian luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada
seorang nabi Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang
sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini
karena masih banyak lagi rahasia yang belum terungkap. Sebenarnya banyak
keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.
Pertama, semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bundanya,
Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang
hamil. Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang
kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau
telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat
manusia. Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan
berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.
Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah
memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan
memberitahu semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah disekitaran
kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan
berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk
membincangkannya.
Ketiga, peperangan tentara bergajah yang
disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. Ia
diketuai oleh tentara bergajah dengan menunggang seekor gajah besar
bernama Mahmudi. Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut,
gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah. Namun demikian,
sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka
sebagaimana yang disebut di dalam al-Quran.
Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.
Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah
tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia
diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat
tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata “Khabar bahagia untuk
saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi
penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.”
Semasa
kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam
hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi
derajatnya daripada Nabi Isa dan Musa. Keadaan ini diterangkan dalam
kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.
Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar
dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana
Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan
pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat. Ada juga
yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia.
Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang
menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila
baginda dilahirkan. Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan
terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang
yang sedang berdoa. Kemudian bundanya melihat awan turun menyelimuti
dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan “Pimpinlah dia
mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang
akan menghapuskan segala perkara syirik”. Selepas itu awan tersebut
lenyap daripada pandangan Aminah.
Setengah riwayat menyatakan
nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan
tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua
makhluk. Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala
yang terdapat di situ mengalami kerusakan dan kemusnahan.
Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, “Ketika aku sedang berada di
Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah.
Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, “telah lahir nabi
pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada
berhala- berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha
Mengetahui.”
Selain itu di tempat yang lain pula satu
goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut
retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan
di antara tanda - tanda keruntuhan kerajaan tersebut. Namun, api di
negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah
padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang
Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan
orang Parsi.
Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran
baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah. Setelah
baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahawa
pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.
Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.
mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda adalah khatamun
nubuwwah, penutup segala nabi. Perkara -perkara luar biasa ini telah
membuktikan kepada kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekaligus
sebagai bukti kerasulannya.
Di samping itu, bukti -bukti
tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab
Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir.
Jumat, 19 April 2013
‘‘WASPADAI (sembilan) KETURUNAN SETAN’’
Bismillahirrahmanirrahiim
◦ ‘‘WASPADAI (sembilan) KETURUNAN SETAN’’
Allah SWT berfirman; “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui...!!!”
(Al-Baqarah: 169).
Setan, makhluk yang sungguh menggemaskan beragam cara mereka gunakan untuk menggelincirkan manusia. Tak hanya itu, setan juga selalu berusaha tak kenal lelah dan putus asa untuk menjauhkan kita dari ibadah maupun menjadikan manusia durhaka pada Allah. Karena memang sifatnya yang pembangkang, tugas setan jelas, mencari sebanyak²nya teman untuk menemani mereka di neraka kelak.
Misi setan sudah jelas bagi kita semua, menggangu, menggoda, datang dari arah manapun, dan menggelincirkan manusia seluruhnya agar makin jauh dengan Allah SWT. Nabi Adam pun pernah digoda hingga beliau melakukan apa yang dilarang Allah. Berbagai cara setan menjatuhkan manusia ke dalam lubang kehinaan. Karena busuknya metode setan dalam menenggelamkan manusia ke lembah kekufuran itulah.
Rasulullah SAW bersabda; “Anak keturunan setan ada sembilan, yaitu; ①. Zalitun
②. Watsin
③. Laqus
④. A’wan
⑤. Haffaf
⑥. Murrah
⑦. Masuth
⑧. Dasim
⑨. Walhan”
Adapun setan Zalitun ialah setan yang bertugas menggoda penghuni pasar dalam transaksi jual beli dengan menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan, memuji² barang dagangan, mencuri timbangan dan bersumpah palsu.
Kedua... Setan Watsin bertugas menggoda manusia yang tertimpa musibah agar tidak bersabar sehingga yang sebagian dari mereka yang berhasil digelincirkan setan berteriak histeris, menampar² pipi dan sebagainya.
Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya aku putus hubungan dengan orang- orang yang menjerit² ketika kematian, mencukur rambut di kepalanya, atau bahkan merobek² bajunya ketika tertimpa musibah...!!!” (HR. Bukhari Muslim)
Ketiga... Setan A’wan mereka bertugas menggoda para penguasa untuk berbuat zalim. Jabatan terkadang membuat seseorang lupa diri bahwa semua perbuatan kelak akan dimintai pertanggungjawa ban di hadapan pengadilan Allah SWT kelak. Cerminan penguasa zalim telah Allah contohkan dalam sosok yang sangat fenomenal, Firaun.
Keempat... Setan Haffaf, yakni setan yang bertugas membujuk dan menggoda orang untuk menenggak minuman keras.
Kelima... Setan Murrah bertugas menggoda orang agar asyik bermain seruling atau alat musik berikut nyanyiannya. Sebagai manusia, kita memang butuh hiburan. Namun, hiburan dalam Islam tentu sudah diatur dengan baik dan tidak berlebihan. Artinya, jangan sampai bermain musik menjadi prioritas utama kita sebagai manusia. Tugas manusia ialah ibadah...!!!
(QS. Adz-Dzariyat: 56).
Keenam... Setan Laqus bertugas menggoda untuk menyembah api. Menyembah api, atau apa pun selain Allah adalah salah satu bentuk kemusyrikan.
Ketujuh, setan Masuth, menggoda manusia untuk menyebarkan berita² dusta lewat lisan manusia sehingga sulit ditemukan berita yang sebenarnya.
Kedelapan... Setan Dasim, setan yang berada dalam rumah. Jika seseorang tidak mengucapkan salam sewaktu memasuki rumah dan tidak pernah menyebut asma Allah di dalamnya, maka setan akan mengadakan perselisihan di antara anggota keluarga sehingga akan terjadi talak, khulu, maupun tindak kekerasan.
Terakhir... Setan Walhan, bertugas menggoda manusia dalam beribadah seperti berwudhu, shalat, dan ibadah² lain. Setan Walhan, menurut riwayat lain tugas utamanya adalah menggoda manusia saat berwudhu untuk boros dalam menggunakan air. Padahal sudah jelas bagi kita, perilaku boros dalam berwudhu ialah salah satu makruh wudhu.
Wallahu a’lam bish shawwab.
*****
Kami berlindung pada-Mu ya Allah, dari godaan setan yang terkutuk... Aamiin...
http://www.facebook.com/Al-Qur;an Cahayaku/
◦ ‘‘WASPADAI (sembilan) KETURUNAN SETAN’’
Allah SWT berfirman; “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui...!!!”
(Al-Baqarah: 169).
Setan, makhluk yang sungguh menggemaskan beragam cara mereka gunakan untuk menggelincirkan manusia. Tak hanya itu, setan juga selalu berusaha tak kenal lelah dan putus asa untuk menjauhkan kita dari ibadah maupun menjadikan manusia durhaka pada Allah. Karena memang sifatnya yang pembangkang, tugas setan jelas, mencari sebanyak²nya teman untuk menemani mereka di neraka kelak.
Misi setan sudah jelas bagi kita semua, menggangu, menggoda, datang dari arah manapun, dan menggelincirkan manusia seluruhnya agar makin jauh dengan Allah SWT. Nabi Adam pun pernah digoda hingga beliau melakukan apa yang dilarang Allah. Berbagai cara setan menjatuhkan manusia ke dalam lubang kehinaan. Karena busuknya metode setan dalam menenggelamkan manusia ke lembah kekufuran itulah.
Rasulullah SAW bersabda; “Anak keturunan setan ada sembilan, yaitu; ①. Zalitun
②. Watsin
③. Laqus
④. A’wan
⑤. Haffaf
⑥. Murrah
⑦. Masuth
⑧. Dasim
⑨. Walhan”
Adapun setan Zalitun ialah setan yang bertugas menggoda penghuni pasar dalam transaksi jual beli dengan menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan, memuji² barang dagangan, mencuri timbangan dan bersumpah palsu.
Kedua... Setan Watsin bertugas menggoda manusia yang tertimpa musibah agar tidak bersabar sehingga yang sebagian dari mereka yang berhasil digelincirkan setan berteriak histeris, menampar² pipi dan sebagainya.
Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya aku putus hubungan dengan orang- orang yang menjerit² ketika kematian, mencukur rambut di kepalanya, atau bahkan merobek² bajunya ketika tertimpa musibah...!!!” (HR. Bukhari Muslim)
Ketiga... Setan A’wan mereka bertugas menggoda para penguasa untuk berbuat zalim. Jabatan terkadang membuat seseorang lupa diri bahwa semua perbuatan kelak akan dimintai pertanggungjawa ban di hadapan pengadilan Allah SWT kelak. Cerminan penguasa zalim telah Allah contohkan dalam sosok yang sangat fenomenal, Firaun.
Keempat... Setan Haffaf, yakni setan yang bertugas membujuk dan menggoda orang untuk menenggak minuman keras.
Kelima... Setan Murrah bertugas menggoda orang agar asyik bermain seruling atau alat musik berikut nyanyiannya. Sebagai manusia, kita memang butuh hiburan. Namun, hiburan dalam Islam tentu sudah diatur dengan baik dan tidak berlebihan. Artinya, jangan sampai bermain musik menjadi prioritas utama kita sebagai manusia. Tugas manusia ialah ibadah...!!!
(QS. Adz-Dzariyat: 56).
Keenam... Setan Laqus bertugas menggoda untuk menyembah api. Menyembah api, atau apa pun selain Allah adalah salah satu bentuk kemusyrikan.
Ketujuh, setan Masuth, menggoda manusia untuk menyebarkan berita² dusta lewat lisan manusia sehingga sulit ditemukan berita yang sebenarnya.
Kedelapan... Setan Dasim, setan yang berada dalam rumah. Jika seseorang tidak mengucapkan salam sewaktu memasuki rumah dan tidak pernah menyebut asma Allah di dalamnya, maka setan akan mengadakan perselisihan di antara anggota keluarga sehingga akan terjadi talak, khulu, maupun tindak kekerasan.
Terakhir... Setan Walhan, bertugas menggoda manusia dalam beribadah seperti berwudhu, shalat, dan ibadah² lain. Setan Walhan, menurut riwayat lain tugas utamanya adalah menggoda manusia saat berwudhu untuk boros dalam menggunakan air. Padahal sudah jelas bagi kita, perilaku boros dalam berwudhu ialah salah satu makruh wudhu.
Wallahu a’lam bish shawwab.
*****
Kami berlindung pada-Mu ya Allah, dari godaan setan yang terkutuk... Aamiin...
http://www.facebook.com/Al-Qur;an Cahayaku/
Ada Kasih Sayang Allah di Balik Ujian yang Datang Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/21/25679/ada-kasih-sayang-allah-di-balik-ujian-yang-datang/#ixzz2QxuldMIC Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
dakwatuna.com - Doa adalah senjata orang mukmin dan
tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi (HR. Abu Ya’la).
Pernahkah mendengar hadits tersebut? Tentu sering bukan? Ya, karena doa
adalah otaknya (sumsum/intinya) ibadah, sesuai hadits yang diriwayatkan
oleh Tirmidzi. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk banyak berdoa pada
Allah. Bukankah Allah memerintahkan kita sebagai hamba-Nya yang lemah
untuk senantiasa berdoa pada-Nya?
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q. S. Ghaafir [40]: 60).
Apabila kita tak pernah meminta apapun pada Allah, bukankah itu termasuk dalam kesombongan? Dan, jangan sampai kita termasuk golongan hamba yang dimurkai-Nya karena kesombongan itu. “Barangsiapa tidak (pernah) berdoa kepada Allah maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Ahmad)
Na’udzubillahi min dzalik! Semoga kita bukanlah termasuk orang-orang yang sombong.
Doa yang indah pun telah dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul, bahkan doa-doa tersebut diabadikan dalam Al Quran. Suatu saat saya pernah menghadiri majelis ilmu, sang pembicara berkata “jika Allah mengabadikan doa-doa orang shalih dalam Al Quran, berarti Allah suka sekali dengan doa tersebut” (kurang lebih seperti itu yang saya ingat). Mari kita belajar doa yang indah dari para hamba Allah yang mulia!
Doa Nabi Musa AS yang diabadikan dalam Surat Al Qashash ayat 16, yang artinya “Musa berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri maka ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Musa menyesal atas perbuatan yang terpaksa ia lakukan. Tak hanya itu, ketika menghadapi Fir’aun, Nabi Musa berdoa “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku” (Thoha [20]: 25-28). Doa tersebut tidak asing lagi bagi kita. Bukankah doa tersebut sering kita baca ketika akan memulai berbicara di khalayak ramai?
Doa Nabi Ayyub AS ketika ditimpa suatu penyakit yang tidak kunjung sembuh, namun Nabi Ayyub tetap bersabar. Nabi Ayyub pun mengadukan semua itu pada Allah Yang Maha Penyayang, beliau berdoa, “Ya Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit dan Engkau Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang” (Al Anbiyaa’ [21]: 83). Dan Allah pun mengabulkan doa Nabi Ayyub!
Ingatkah ketika Nabi Yunus yang pergi dari kaumnya dalam keadaan marah karena kaumnya tidak mendengar seruannya? Kemudian, Nabi Yunus dibuang ke laut dari kapal karena namanya keluar sebanyak tiga kali undian. Nabi Yunus AS pun ditelan oleh ikan besar, dan dalam perut ikan yang gelap gulita itulah Nabi Yunus berdoa, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang yang berbuat aniaya” (Al Anbiyaa’ [21]: 87). Doa Nabi Yunus dikabulkan Allah, Allah menyelamatkannya, dan ikan pun terdampar di daratan, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan besar itu.
Berkata Ibnu Taimiyah, “Di antara seagung doa ialah doa Yunus ‘alayhis-salam. Padanya terkandung dua hal: pengagungan keesaan Allah dan pengakuan akan dosa.”.
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi” (Al A’raf [7]: 23). Itulah doa Nabi Adam AS dan Hawa, yang ikhlas bertaubat dan mengakui kesalahan mereka karena melanggar larangan Allah dan mengikuti bujuk rayu Iblis. Allah pun mengampuni dosa Nabi Adam dan Hawa.
Indah pula doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS ketika mendengar perkataan seekor semut kepada semut lainnya, saat melewati lembah semut bersama bala tentaranya (manusia, jin, dan burung). “Maka Sulaiman tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih” (An Naml [27]: 19).
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. Itulah doa Nabi Muhammad saw! Subhanallah…
Masih banyak lagi doa indah para Nabi dan Rasul yang diabadikan dalam Al Quran. Ada doa Nabi Nuh AS dalam Q. S. Hud [11]: 47; doa Nabi Ibrahim AS yang termaktub dalam Q. S. Ibrahim [14]: 40-41; doa Nabi Yusuf AS dalam Q. S. Yuusuf [12]: 101; doa Nabi Zakaria AS yang memohon kepada Allah untuk dianugerahkan keturunan, tercantum dalam Q. S. Maryam [19]: 4-6 dan Q. S. Al Anbiyaa’ [21]: 89; dan doa Nabi Isa AS dalam Q. S. Al Maaidah [5]: 114.
Kita bisa belajar dari hamba-hamba Allah yang mulia, berdoa dengan doa yang indah, merendahkan hati di hadapan Yang Maha Berkuasa, kata-kata yang santun, dan penuh pengharapan akan terkabulnya doa, serta senantiasa mengagungkan keesaan Allah. Bukankah lebih baik berdoa dengan doa yang telah dicontohkan? Bukan berarti berdoa dengan “bahasa” sendiri tidak diperbolehkan, Allah Maha Mengetahui segalanya…
“Berdoa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan, sebab Allah Mahatahu, Maha Bijaksana. Berdoa itu berbincang mesra agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu dan kuasa-Nya yang sungguh Maha Segalanya… (Salim A. Fillah, Menyimak Kicau Merajut Makna)”
Semoga bermanfaat.
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q. S. Ghaafir [40]: 60).
Apabila kita tak pernah meminta apapun pada Allah, bukankah itu termasuk dalam kesombongan? Dan, jangan sampai kita termasuk golongan hamba yang dimurkai-Nya karena kesombongan itu. “Barangsiapa tidak (pernah) berdoa kepada Allah maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Ahmad)
Na’udzubillahi min dzalik! Semoga kita bukanlah termasuk orang-orang yang sombong.
Doa yang indah pun telah dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul, bahkan doa-doa tersebut diabadikan dalam Al Quran. Suatu saat saya pernah menghadiri majelis ilmu, sang pembicara berkata “jika Allah mengabadikan doa-doa orang shalih dalam Al Quran, berarti Allah suka sekali dengan doa tersebut” (kurang lebih seperti itu yang saya ingat). Mari kita belajar doa yang indah dari para hamba Allah yang mulia!
Doa Nabi Musa AS yang diabadikan dalam Surat Al Qashash ayat 16, yang artinya “Musa berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri maka ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Musa menyesal atas perbuatan yang terpaksa ia lakukan. Tak hanya itu, ketika menghadapi Fir’aun, Nabi Musa berdoa “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku” (Thoha [20]: 25-28). Doa tersebut tidak asing lagi bagi kita. Bukankah doa tersebut sering kita baca ketika akan memulai berbicara di khalayak ramai?
Doa Nabi Ayyub AS ketika ditimpa suatu penyakit yang tidak kunjung sembuh, namun Nabi Ayyub tetap bersabar. Nabi Ayyub pun mengadukan semua itu pada Allah Yang Maha Penyayang, beliau berdoa, “Ya Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit dan Engkau Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang” (Al Anbiyaa’ [21]: 83). Dan Allah pun mengabulkan doa Nabi Ayyub!
Ingatkah ketika Nabi Yunus yang pergi dari kaumnya dalam keadaan marah karena kaumnya tidak mendengar seruannya? Kemudian, Nabi Yunus dibuang ke laut dari kapal karena namanya keluar sebanyak tiga kali undian. Nabi Yunus AS pun ditelan oleh ikan besar, dan dalam perut ikan yang gelap gulita itulah Nabi Yunus berdoa, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang yang berbuat aniaya” (Al Anbiyaa’ [21]: 87). Doa Nabi Yunus dikabulkan Allah, Allah menyelamatkannya, dan ikan pun terdampar di daratan, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan besar itu.
Berkata Ibnu Taimiyah, “Di antara seagung doa ialah doa Yunus ‘alayhis-salam. Padanya terkandung dua hal: pengagungan keesaan Allah dan pengakuan akan dosa.”.
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi” (Al A’raf [7]: 23). Itulah doa Nabi Adam AS dan Hawa, yang ikhlas bertaubat dan mengakui kesalahan mereka karena melanggar larangan Allah dan mengikuti bujuk rayu Iblis. Allah pun mengampuni dosa Nabi Adam dan Hawa.
Indah pula doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS ketika mendengar perkataan seekor semut kepada semut lainnya, saat melewati lembah semut bersama bala tentaranya (manusia, jin, dan burung). “Maka Sulaiman tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih” (An Naml [27]: 19).
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. Itulah doa Nabi Muhammad saw! Subhanallah…
Masih banyak lagi doa indah para Nabi dan Rasul yang diabadikan dalam Al Quran. Ada doa Nabi Nuh AS dalam Q. S. Hud [11]: 47; doa Nabi Ibrahim AS yang termaktub dalam Q. S. Ibrahim [14]: 40-41; doa Nabi Yusuf AS dalam Q. S. Yuusuf [12]: 101; doa Nabi Zakaria AS yang memohon kepada Allah untuk dianugerahkan keturunan, tercantum dalam Q. S. Maryam [19]: 4-6 dan Q. S. Al Anbiyaa’ [21]: 89; dan doa Nabi Isa AS dalam Q. S. Al Maaidah [5]: 114.
Kita bisa belajar dari hamba-hamba Allah yang mulia, berdoa dengan doa yang indah, merendahkan hati di hadapan Yang Maha Berkuasa, kata-kata yang santun, dan penuh pengharapan akan terkabulnya doa, serta senantiasa mengagungkan keesaan Allah. Bukankah lebih baik berdoa dengan doa yang telah dicontohkan? Bukan berarti berdoa dengan “bahasa” sendiri tidak diperbolehkan, Allah Maha Mengetahui segalanya…
“Berdoa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan, sebab Allah Mahatahu, Maha Bijaksana. Berdoa itu berbincang mesra agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu dan kuasa-Nya yang sungguh Maha Segalanya… (Salim A. Fillah, Menyimak Kicau Merajut Makna)”
Semoga bermanfaat.
Hari ini, Azan Berkumandang Pertama Kali di Swedia Sumber
dakwatuna.com – Stockholm. Hari ini, Jumat (11/4) waktu
sempat, Muslim Swedia akan mendengar azan berkumandang untuk kali
pertama. Yang membuat momen ini terasa istimewa kumandang azan ini
bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat.
Ketua Islamic Cener Botkyrka, Ismail Okur, menyatakam momentum ini sangat dinantikan Muslim Swedia yang begitu rindu dengan kumandang azan. “Jujur, saya sangat bahagia,” katanya seperti dikutip Sveriges Radio.
Menurut Okur, peristiwa ini sangat bersejarah karena perjuangan komunitas Muslim terbayar lunas. Islam dan Muslim diakui Pemerintah Swedia.
Secara terpisah, aparat kepolisian Botkyra telah mengizinkan kumandang azan menggunakan pengeras suara. Namun, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kepolisian akan melakukan pengawasan. (as/rol)
Ketua Islamic Cener Botkyrka, Ismail Okur, menyatakam momentum ini sangat dinantikan Muslim Swedia yang begitu rindu dengan kumandang azan. “Jujur, saya sangat bahagia,” katanya seperti dikutip Sveriges Radio.
Menurut Okur, peristiwa ini sangat bersejarah karena perjuangan komunitas Muslim terbayar lunas. Islam dan Muslim diakui Pemerintah Swedia.
Secara terpisah, aparat kepolisian Botkyra telah mengizinkan kumandang azan menggunakan pengeras suara. Namun, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kepolisian akan melakukan pengawasan. (as/rol)
6 Kecerdasan Seni Menata Hidup
Judul : 6 Kecerdasan Seni Menata Hidup
Penulis : DR. Ahmad Al Barra’ Al Amiri
Penerbit : Tarbawi Press
Cetakan : I, Desember 2012
Tebal : x + 204 Halaman
Enam Pilar Kesuksesan
Penulis : DR. Ahmad Al Barra’ Al Amiri
Penerbit : Tarbawi Press
Cetakan : I, Desember 2012
Tebal : x + 204 Halaman
Enam Pilar Kesuksesan
dakwatuna.com - Betapa
banyak orang yang memimpikan sukses, namun tidak sedikit dari mereka
yang justru mendapatkan kegagalan dalam hidupnya. Kegagalan tersebut
disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari salah memahami makna sukses,
salah dalam cara menggapainya, juga ketidakjelasan tujuan para pemburu
sukses itu sendiri.
Buku yang merupakan rangkuman setengah abad
perjalanan hidup penulisnya ini mengajak para pembaca untuk meneliti
satu persatu pilar-pilar kesuksesan. Jika diibaratkan, sukses adalah
bangunan utuh yang terdiri dari enam pilar yang saling berkaitan satu
dengan lainnya.
Kecerdasan Spiritual adalah pilar pertama. Hal ini
sesuai dengan maksud diciptakannya manusia ke dunia ini. Bahwa Tuhan
Yang Maha Menciptakan, menugaskan kita ke dunia dengan bermacam tugas.
Sehingga, mereka yang sukses dalam kehidupannya adalah mereka yang
berhasil melaksanakan perintah Tuhan dengan baik. Maka, kecerdasan
spiritual erat kaitannya dengan seberapa baik hubungan antara seseorang
dengan penciptanya.
Selanjutnya adalah Kecerdasan Jiwa. Dalam hal
ini, penulis mengatakan, “Spiritual dan jiwa satu sama lain saling
terkait. Dan ini adalah hal yang alami. Karena manusia itu semuanya satu
kesatuan.”(Hal 71). Di dalam bab ini, penulis setidaknya menyajikan
tentang tiga hal: Keutamaan yang harus diperoleh dan kehinaan yang harus
dihindari, Tujuh karakter jiwa dan bagaimana mengambil manfaat darinya
serta Beberapa nasihat untuk melepaskan diri dari keresahan.
Spiritual
dan jiwa erat kaitannya dengan hati. Oleh karenanya, kedua pilar
tersebut hanya bisa diperoleh dengan banyak mendekatkan diri kepada Sang
Pencipta sebagai sumber dari segala macam kebaikan di muka bumi ini.
Pilar
ketiga adalah Kecerdasan Pikiran. Pusat dari kecerdasan ini ada di
dalam otak. Untuk mencapai derajat cerdas pikiran, penulis menyebutkan
empat hal yang bisa dilakukan: Beretika yang luhur, Berdiskusi, Membaca
dan Menulis. (Hal 126-132). Di dalam bab ini, disebutkan pula
jenis-jenis berpikir dan kesalahan-kesalahannya.
Ketiga pilar
tersebut adanya di dalam diri. Berhasil dan tidaknya seseorang dalam
mengelolanya bisa dilihat dari Kecerdasan Sosial sebagai pilar keempat.
Hal ini merupakan masalah penting yang seringkali luput dari perhatian.
Sehingga, banyak dijumpai orang yang kualitas hubungannya baik dengan
penciptanya namun kasar terhadap istri dan keluarganya. Atau, seseorang
yang secara kognitif pandai, bergelar doktor, namun melakukan korupsi.
Keempat
pilar itu terasa kurang lengkap tanpa adanya Kecerdasan Fisik. Dalam
keadaan sehat, dua hal yang harus dilakukan adalah mengkonsumsi makanan
sehat dan melakukan olahraga sesuai kemampuan. Sedangkan dalam keadaan
sakit, penulis membeberkan sepuluh nasihat bijak terkait sakit. Di
antaranya, “Bekali diri Anda dengan wawasan kesehatan! Bacalah buku-buku
bermutu tentang kesehatan umum, penyakit-penyakit yang sedang mewabah
dan sarana-sarana pengobatan.” (Hal 172).
Terakhir adalah
Kecerdasan Harta. Komponen utamanya ada pada tiga hal: perencanaan,
pembukuan dan analisa. Yaitu merencanakan seberapa besar pendapatan,
membukukan setiap pengeluaran dan menganalisa kedua hal tersebut. Yang
menarik, penulis menegaskan bahwa kebahagiaan (kesuksesan) bukanlah
terletak pada seberapa banyak harta seseorang. Karena banyaknya harta
dan kebahagiaan adalah dua hal yang sangat berbeda. Hal 177).
JUJUR dan DUSTA
Bismillahirrahmanirrahiim
JUJUR dan DUSTA
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berkata jujur hingga dia disebut sebagai "shiddiq" (org yang benar) Dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta dia akan dituliskan di sisi Allah SWT sebagai "kadzdzab" (sang pendusta)"
(HR. Bukhari dan Muslim)
KLIK "Share/bagikan tausiyah ini kepada sahabat2 anda, agar bermanfaat bagi saudara mukmin yang lain
JUJUR dan DUSTA
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berkata jujur hingga dia disebut sebagai "shiddiq" (org yang benar) Dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta dia akan dituliskan di sisi Allah SWT sebagai "kadzdzab" (sang pendusta)"
(HR. Bukhari dan Muslim)
KLIK "Share/bagikan tausiyah ini kepada sahabat2 anda, agar bermanfaat bagi saudara mukmin yang lain
Mencari Jodoh
Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
KIAT KIAT mencari jodoh yg baik:
1. Sungguh2 BERTAQWA kpd ALLAH, "Brg siapa BERTAQWA kpd ALLAH, niscaya ALLAH tunjukkkan jalan keluar baginya & ALLAH beri rizki dari jalan yg tdk pernah ia duga" (QS Ath Tholaq:2-3),
2. Ikhtiar maksimal dg merawat diri dg tetap menjaga kehormatan diri sbg hamba ALLAH yg beriman,
3. Doa dipenghujung malam, "Robby la tadzarny fardan", Ya ALLAH, jangan biarkan hamba membujang, (QS Al Anbiya:89),
4. Perhebat sholawat & istigfar karena dosa bisa jadi hijab berkah jodoh,
5. Sholat dhuha, diantara rizki adalah jodoh yg baik,
6. Optimis, insyaALLAH, ALLAH tunjukkan jodohku yg terbaik,
7. Sedekah sbg pendokrak masalah & membuat doa mustajab,
8. Mohon doa pd ortu, klrg, guru yg istiqomah,
9. Aktifkan diri pd group kajian, Majlis Ilmu & Zikir, insya ALLAH bertemu hamba2 ALLAH yg baik pula,
10. Tdk salah minta bantuan sahabat u "attaa'ruf" saling berkenalan dg tetap menjaga Etika Islam,
11. Tawakkal & baik sangka atas pd semua TAKDIR ALLAH. Akhirnya mari kita berdoa kpd ALLAH agar ALLAH menunjukkan JALAN TERINDAH utk jodoh kita, tdk saja di dunia ini sampai di akhirat kelak...
aamiin. ♥
http://www.facebook.com/Al - Qur'an Cahayaku/
KIAT KIAT mencari jodoh yg baik:
1. Sungguh2 BERTAQWA kpd ALLAH, "Brg siapa BERTAQWA kpd ALLAH, niscaya ALLAH tunjukkkan jalan keluar baginya & ALLAH beri rizki dari jalan yg tdk pernah ia duga" (QS Ath Tholaq:2-3),
2. Ikhtiar maksimal dg merawat diri dg tetap menjaga kehormatan diri sbg hamba ALLAH yg beriman,
3. Doa dipenghujung malam, "Robby la tadzarny fardan", Ya ALLAH, jangan biarkan hamba membujang, (QS Al Anbiya:89),
4. Perhebat sholawat & istigfar karena dosa bisa jadi hijab berkah jodoh,
5. Sholat dhuha, diantara rizki adalah jodoh yg baik,
6. Optimis, insyaALLAH, ALLAH tunjukkan jodohku yg terbaik,
7. Sedekah sbg pendokrak masalah & membuat doa mustajab,
8. Mohon doa pd ortu, klrg, guru yg istiqomah,
9. Aktifkan diri pd group kajian, Majlis Ilmu & Zikir, insya ALLAH bertemu hamba2 ALLAH yg baik pula,
10. Tdk salah minta bantuan sahabat u "attaa'ruf" saling berkenalan dg tetap menjaga Etika Islam,
11. Tawakkal & baik sangka atas pd semua TAKDIR ALLAH. Akhirnya mari kita berdoa kpd ALLAH agar ALLAH menunjukkan JALAN TERINDAH utk jodoh kita, tdk saja di dunia ini sampai di akhirat kelak...
aamiin. ♥
http://www.facebook.com/Al - Qur'an Cahayaku/
Langganan:
Postingan (Atom)